lenangneros.home blog || Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering dicaci maki bosnya.
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering mendapat hinaan di luar sana.
Taukah dirimu mungkin suamimu bahkan baru saja mempertaruhkan nyawanya demi dirimu dan anak-anak mu.
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering menahan lapar demi bisa pulang membawa uang.
Sebelum engkau cemberut padanya,,, Hitung lah dulu telah berapa juta tetes keringat engkau peras dari tubuhnya.
Sebelum engkau marah padanya,,, Tataplah lekat-lekat matanya, mungkin tanpa kamu sadari mata itu telah banyak mengeluarkan air mata demi melihat dirimu tersenyum.
Ketahuilah Bila sampai hari ini dia belum bisa memenuhi segala keinginanmu, itu hanya karena faktor keadaan.
Tak seorang pun kepala keluarga yg tidak ingin melihat keluarganya bahagia. Sebelum engkau marah kepadanya, lihatlah dan renungkan lah apa yg telah dilakukan oleh seorang suami.
Betapa suamimu sudah kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Sebagian ayah tak pandai menceritakan kepedihannya pada anak istrinya, ia telan sendiri. Ia tak mau anak istrinya tahu betapa susahnya ia berjuang. Ia hanya ingin anak istrinya bangga terhadap dirinya, terhadap pekerjaannya..
Untuk para ayah di mana pun berada. Smoga lelahmu menjadi berkat.
Lenangneros.home.blog || Tari Caci adalah salah satu kesenian tradisional sejenis tarian perang. Pelaku tarian ini terdiri dari dua orang laki-laki yang bertarung menggunakan cambuk berbahan kulit dan perisai yang berbalut kulit kerbau dan di depanya ada lidi bahan baku dari daun enau. Saat keduanya berlaga, musik tradisional (Gong dan Gendang) tak henti bertabuh.
Walaupun dalam pandemi covid-19 disalah satu Kampung yang ada di kecamatan kota Komba Utara,Kabupaten Manggarai Timur,NTT. Tarian caci ini tetap dilakukan pada acara khusus, syukuran musim panen (hang woja), Jumat (10/09/2021).
Pemuda Deker
Caci merupakan ringkasan dari kata “Ca” yang bermakna satu, dan “Ci” yang berarti uji. Artinya untuk menentukan tingkat kematangan seorang laki-laki di masyarakat tersebut, mereka harus melalui uji ketangkasan dalam sebuah pertarungan satu lawan satu.
Tarian Caci Ghan Woja merupakan tarian adat yang khas, maka tarian ini tak boleh dilakukan di sembarang waktu, hanya waktu-waktu tertentu saja, seperti upacara adat syukuran Musim panen, dan hal lainnya yang menyangkut acara adat Manggarai.
Di mata masyarakat Manggarai, laki-laki yang sudah pernah melakukan tarian ini berubah menjadi pria dewasa dan mendapatkan penghormatan, baik dari tetua adat.
Uniknya, kebanggaan mereka justru terletak pada banyaknya luka bekas cambuk pada kulit. Semakin banyak bekas cambuk, maka derajat lelaki tersebut semakin diperhitungkan.
Sebagaimana fungsinya, Tari Caci merupakan media bagi para laki-laki Manggarai untuk membuktikan kejantanan mereka.
Walau tersaji dengan kandungan unsur kekerasan di dalamnya, kesenian ini memiliki pesan yang damai. Seperti semangat sportivitas, saling menghormati, dan, yang paling penting, tak meninggalkan rasa dendam di antara para petarung.
Tarian ini memiliki tiga makna, yakni Naring, Hiang, dan Bengkes. Naring artinya memuji, Hiang artinya menghormati, dan Bengkes artinya bergembira.
Jadi tarian ini adalah sebuah tarian yang dilakukan dengan perasaan gembira untuk menghormati lawan sekaligus menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan.
Dalam Tarian Caci adat Manggarai ada beberapa yang dinilai antara lain :
Lomes merupakan perpaduan keindahan gerak tubuh dan busana yang dipakai para petarung.
Sementara Bokak adalah keindahan seni vokal yang dilakukan petarung dan pengiring sekitarnya,
serta Lime yang merupakan ketangkasan dalam mencambuk atau menangkis cambukan lawan.
Para petarung pun dibekali kemampuan olah vokal untuk bernyanyi. Mereka secara spontan akan bernyanyi ketika menangkis cambukan untuk menyampaikan Paci.
Pada saat kedua petarung memasuki arena, mereka terlebih dahulu melakukan pemanasan dengan menari sembari menyuarakan tantangan yang diringi lagu-lagu adat.
Para petarung yang melakukan serangan dengan lecutan cambuk disebut Paki, sementara bagi petarung yang menangkis dengan perisai dijuluki Ta’ang.
Karena berpotensi mencederai fisik, atraksi para petarung pun dibentengi dengan beragam aturan. Mereka hanya boleh menargetkan cambukan pada bagian tubuh atas lawannya, seperti lengan, punggung, atau dada.
Para petarung pun akan menggunakan kostum layaknya prajurit yang akan maju ke medan perang. Mereka bertelanjang dada, hanya menggunakan penutup kepala dan topeng yang terbuat dari kulit kerbau untuk melindungi bagian vital pada muka.
Pakaian bawah yang dikenakan pun terdiri atas celana panjang putih dengan kelengkapan sarung Songke khas Manggarai berwarna hitam dan dibaluti dengan selendang yang bervariasi warnanya.
Adapun aksesori lain misalnya Pangal,ndeki,tubi Rapa,Ngorong,ndeki dan sapu tangan yang berwariasi warnanya.
Salah satu pemain akan dinyatakan kalah (Be’ke) jika terkena cambuk pada bagian mata atau kepala dan ibu jari kaki.
Usai permainan Caci, kedua petarung dan kelompok pendukungnya dikumpulkan untuk berjabat tangan,dan tuak sebotol minum bersama sebagai simbol tak ada dendam di antara mereka.
Penulis : Hubertus Basri
NB: mohon maaf bila penulis hanya menulis berdasarkan apa yang dilihat dan dituangkan dalam tulisan
Lenangneros.home.blog || Wela (17) Tahun Siswi SMA Kelas XI di salah satu sekolah Negeri,dia menjalin cinta dengan seorang pria yang sangat ganteng dan romantis, Sebut saja namanya Lanur,
Bagi Wela, Lanur ini sosok pria yang sangat ia damba-dambkan, karena tutur kata dan perhatiannya sangat dia kagumi,
“Kisah Cinta” Awalnya Wela dan Lanur ini Mulai menjalin Kasih pada bulan Mei 2021, selama menjalin kasih,rasa sayang yang diberikan Lanur kepada Wela serasa bumi ini milik mereka berdua,ada kisah romantis yang Mereka lalui berdua yang dipotret dan di simpan dalam memori Handphone,dan yang lain bagi Wela rasa romantisme itu tersimpan dalam lubuk hati yang paling dalam.,begitupun sebaliknya Lanur mengekspresikan rasa romantisme cinta itu dan selalu bercerita dengan teman sebayanya,bahwa inilah cinta yang terakhir baginya sampai di pelamina nanti.
Satu Bulan Kemudian Si Lanur melamar kerja di suatu tempat yang lumayan jauh dari Wela, Bagi Wela inilah ujian baginya untuk mempertahankan cinta,walaupun jauh dipandang mata,namun bayangan wajah dari Lanur tetap melekat didalam Lubuh hati yang paling dalam.
Satu Bulan sudah berlalu. rasa cinta dan kasih sayang dari keduanya mulai mengikis,seperti sapuan ombak menghantam pasir di pinggir pantai.
Wela Mulai berpikir Kamu masih belum datang untuk memberiku Kabar dan penjelasan kenapa aku ditinggalkan. Sepertinya hanya aku saja yang merasa ada yang belum selesai di antara kita. Sementara kamu terus menghilang. Seakan cerita yang pernah kita punya dulu hanyalah pura-pura. Aku berjuang sendirian untuk mengenyahkan sakit hati yang kau tinggalkan. Berhari-hari aku habiskan untuk menahan diri agar tak menghubungimu lagi.
Begitu banyak yang ingin kutanyakan. Kamu di mana? Kamu sedang apa? Apakah baik-baik saja? Tapi apa gunanya? Bahkan untuk pamit pergi pun kamu lupa. Meninggalkan aku yang terus mengira aku ini dosa apa. Andai saja kamu tahu bagaimana rasanya memendam rasa rindu sampai rasanya bom waktu akan meledak di hatiku.
Kamu tidak tahu kaya gimana dengan gilanya aku berharap kamu itu tiba-tiba muncul di depan teras rumahku. Atau ketika aku berharap ada kamu di tengah keramaian orang.
Tapi,semua harapanku tentangmu selalu menguap, menghilang seperti asap. Dariku kau berlari secepat kilat.
Padahal mungkin kalau saja kamu mengungkapkan alasannya, aku tak akan begini terluka. Aku tak akan merasa dibuang dan dicampakkan begitu saja. Kamu datang secara tiba-tiba didepan ku dan mengungkapkan kata yang sangat menyakitkan bagiku bahwa “Kamu tidak mencintaiku Lagi”, Bagaimana bisa dengan ringan kamu ucapkan kata itu lalu pergi?
Padahal dulu kita pernah berjanji, untuk bersama-sama, untuk melakukan semua hal berdua. Tapi sekarang, untukmu aku bukan lagi apa-apa, bukan siapa-siapa. Sungguh cinta ini sebuah ironi. Kamu yang paling aku banggakan justru mendorongku ke jurang. Padahal dulunya kamu adalah orang pertama yang akan membela saat orang lain memandangku sebelah mata. Kamulah yang menguatkan ketika aku merasa dunia ini begitu kejam. Tanganmu lah yang mengelusku penuh sayang saat aku merasa begitu tertekan.
Tatapan mata dan pundakmu adalah bentuk kenyamanan. Itulah kenapa kehilanganmu terasa begitu menyakitkan. Setiap hari aku seperti sedang menggali makam untuk hatiku sendiri. Kamu membawa pergi sebagian percaya diri yang kumiliki. Membuatku merasa begitu kecil dan tak berguna. Bagaimana bisa satu orang anak manusia bisa mempengaruhiku sampai seperti ini? Kita pernah begitu sempurna berdua,
Aku Binggung….!!! Apa salahku dan kamu pergi juga?, Salahku ada dimana?
Lenangneros.home.blog||Pandemi COVID-19 di Indonesia, menjadikan aktifitas masyarakat untuk berinteraksi dihentikan dan beralih menggunakan aktivitas daring. Kondisi ini tidaklah mudah untuk Lembaga Pendidikan. Proses pembelajaran dilakukan dengan pembelajaran jarak jauh.
Berbagai kebijakan pemerintah telah dikeluarkan dari pengaturan zona boleh tidaknya sekolah dibuka atau tidak dengan aturan protokol kesehatan yang ketat, termonitor membudayakan pola hidup bersih dan sehat dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19.
Meskipun sudah diberikan pedoman pembelajaran di masa COVID-19, di beberapa daerah banyak memilih pembelajaran dengan daring untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Tetapi dalam pelaksanaannya, banyak persoalan yang terjadi dalam pembelajaran daring ini
Pertama, orang tua Peserta didik merasa dan mengaku kurang sabar dan jenuh menangani kemampuan dan konsentrasi anak yang kurang belajar dirumah
Kedua, orang tua peserta didik kesulitan menjelaskan materi pelajaran ke anak mereka sendiri.
Ketiga, Orang tua kesulitan memahami materi pelajaran untuk anak.
Dalam hal ini menunjukan kelangsungan belajar mengajar yang tidak dilakukan di sekolah berpotensi menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan. Pada akhirnya tujuan pendidikan dan fungsi sekolah untuk menciptakan proses pembelajaran dan suasana belajar tidak tercapai.
Kondisi sekolah di masa pandemi COVID-19 sangat memprihatinkan. Menurut “Ivan Illich”, seorang pemikir pendidikan yang pernah hidup di Amerika. Semangat membebaskan masyarakat dari kecenderungan menganggap sekolah sebagai satu-satunya lembaga pendidikan.
Ivan Illich memandang fungsi sekolah tidak lagi sejalan dengan tujuan pendidikan untuk memanusiakan manusia.
Sekolah sebagai Lembaga itu terdapat adanya guru, kehadiran siswa di sekolah dan sekolah terdapat kurikulum. Kritik Ivan Illich sekolah sebagai lembaga, pendidikan seharusnya hak semua orang untuk belajar.
Tetapi kenyataannya, sekolah dipenuhi dengan kewajiban-kewajiban tertentu. Kepatuhan siswa harus hadir dan belajar di sekolah. Sekolah seperti dijadikan sebagai tempat satu-satunya untuk belajar.
Anak yang pandai identik dengan anak sekolahan. Sekolah juga dibuat peringkat, manusia dibuat kelas-kelas yang tidak memanusiakan manusia. Terdapat kurikulum yang merupakan sebagai modal sekolah, kurikulum terdapat kurikulum tersembunyi yang menanamkan pandangan bahwa jika menginginkan kehidupan yang baik dan benar itu harus mengikuti apa yang diajarkan di sekolah. Guru dalam melaksanakan kurikulum, guru hanya mengikuti apa yang ada dalam kurikulum.
Sejalan dengan kritik Ivan Illich, sekolah di masa pandemi merupakan bukti nyata hilangnya fungsi sekolah sebagai lembaga, yaitu hilangnya peran guru, tidak adanya lagi kehadiran siswa di sekolah dan hilangnya tujuan kurikulum tersembunyi sebagai pandangan bahwa sekolah merupakatan satu-satunya tempat untuk belajar.
Menjadi pertanyaan besar hari ini, apakah sekolah sebagai Lembaga masih sesuai dengan fungsi sekolah dan tujuan kurikulum didalamnya dapat tercapai dengan pembelajaran daring saat ini.
Pada kenyataannya pembelajaran jarak jauh atau daring masih dianggap sebagai proses sekolah meskipun dengan berbagai kekurangan baik dari guru, siswa dan orang tua. Dilihat dari keadaan guru dan siswa, sekolah di masa pandemi, guru kesulitan dalam berkomunikasi dengan siswa. Hal ini karena keterbatasan model pembelajaran daring yang tidak lagi pada ruang kelas di sekolah, melainkan sekolah berpindah di masyarakat atau di rumah.
Pada masa pandemi ini, orang tua atau keluarga justru menjadi guru sekolah di rumah. Orang tua mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah.
Begitu juga dengan pencapaian kurikulum, guru mengalami kesulitan mengelola pembelajaran daring dan cenderung fokus pada penuntasan kurikulum, waktu pembelajaran berkurang sehingga guru tidak mungkin memenuhi beban jam mengajar.
Fungsi sekolah di masa pandemi COVID-19 dan fungsi sekolah dalam pandangan Ivan Illich, bisa menjadi sebuah refleksi. Sekolah sebagai Lembaga seharusnya merupakan tempat yang mudah diakses, mudah diperoleh sumber pengetahunnya, tidak terikat pada sebuah profesi dan menerima masukan secara terbuka.
Sejatinya fungsi sekolah adalah untuk menciptakan tujuan pendidikan memanusiakan manusia, tidak untuk membatasi waktu, tempat, bentuk, dan aturan siswa dalam belajar. Hal ini bisa menjadi bahan kajian dalam merumuskan fungsi sekolah setelah masa pandemi COVID-19, terkait tujuan dari fungsi sekolah yang seharusnya berjalan sesuai tujuan pendidikan.
Versi lenangneros.home.blog “Seseorang datang ke dalam hidupku dan mengubahnya menjadi lebih baik lagi. Seseorang itu yang padanya akan kuhabiskan hidupku selamanya. Seseorang itu adalah kamu sayang….!!
“Terima kasih karena sudah menjadi istri paling hebat dan ibu yang terkeren yang pernah ada! Hari ini adalah hari spesial untukmu. Biarkan aku yang akan memasak dan membersihkan rumah. Aku akan melakukan apa pun yang kamu minta. Selamat ulang tahun, sayangku!”
“Untuk istriku yang cantik, semoga tahun ini membawakan kamu banyak kegembiraan dan kebahagiaan. Seperti rasa cinta yang selama ini telah kamu berikan ke dalam hidupku. Selamat ulang tahun!”
“Aku tidak akan pernah merasa malu untuk memberitahu semua temanku bahwa kamu yang mengatur hidupku. Aku merasa beruntung dan bangga karena memiliki kamu, wanita yang luar biasa dalam hidupku. Selamat ulang tahun, cintaku!”
“Biasanya, pada hari ulang tahun, orang akan memberikan begitu banyak harapan. Namun, di hari ulang tahunmu, aku hanya akan mengucapkan dua kata, yaitu tidak pernah dan selalu. Istriku, aku mohon untuk selalu berada di sisiku dan jangan pernah tinggalkan aku. Aku sangat mencintaimu. Selamat ulang tahun.”
“Aku mencintaimu karena kamu memiliki hati yang begitu tulus. Kesabaranmu tidak terbatas dan kamu berikan untuk pria yang tidak sempurna seperti aku. Aku beruntung memilikimu. Selamat ulang tahun, istriku.”
“Rasanya, kata-kata romantis dari pujangga siapa pun itu tidak akan mampu menggambarkan betapa besarnya rasa cintaku untukmu. Terima kasih karena sudah bersamaku, dalam suka dan duka selama beberapa tahun ini. Selamat ulang tahun.”
“Kamu telah membawa makna yang begitu dalam di hidupku dan membuatku semangat untuk bangun setiap pagi. Aku hanya berharap bahwa akan pulang ke rumah untuk menemuimu. Selamat ulang tahun, hidupku dan cintaku.”
“Ketika pertama kali kita memutuskan untuk menikah, harus kuakui ini adalah langkah besar yang membuatku takut. Namun, kamu selalu berada di sisiku dan memastikan semua baik-baik saja. Alasan ini yang membuatku semakin hari semakin mengagumimu. Aku mencintaimu, selamat ulang tahun.”
“Aku bukan seseorang yang romantis bagai pangeran berkuda. Tapi, percayalah bahwa selamanya aku akan berusaha untuk membahagiakanmu dan membuatmu merasa aman. Aku mencintaimu sepenuh hatiku. Selamat ulang tahun, istriku.”
“Teruntuk kamu, wanita cantik paras dan hatinya. Wanita yang menjadi cahaya untuk seluruh hidupku dan anak-anakku. Tahun ini, bertambah usiamu dan aku berbahagia karenanya. Semoga semua keinginanmu tercapai dan dipenuhi oleh berkah dari Tuhan. Semoga kamu selalu menawan dan menggemaskan seperti hari ini. Selamat ulang tahun.”
“Orang-orang menonton film romantis yang menunjukkan cinta sejati. Orang-orang juga bisa membaca puisi atau cerita yang romantis. Bagi aku, melihatmu saja sudah menjadi bukti bahwa aku sudah menemukan cinta sejatiku. Selamat ulang tahun cintaku!”
“Hal yang benar-benar ingin aku lakukan dalam hidupku adalah memastikan kamu selalu bahagia bersamaku. Bukan hanya hari ini di hari ulang tahunmu, tetapi juga di hari-hari lainnya. Selamat ulang tahun, istriku!”
“Aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan menemukan harta paling berharga yaitu bertemu denganmu. Hidupku terus membaik sejak pertama kali kita bertemu. Hari ini, kita merayakan waktu kelahiranmu. Aku cinta padamu. Selamat ulang tahun.”
“Bertahun-tahun dari sekarang, kita akan melihat ke belakang dan menyadari bahwa ini adalah ulang tahun pertama yang kita rayakan bersama. Aku tidak sabar untuk menghabiskan semuanya bersama kamu. Terima kasih telah berada di sisiku. Selamat ulang tahun!”
Guru Berani Mengajar Dengan Tidak Berhenti Belajar
Lenangneros.home.blog- Guru adalah Orang yang Berani Mengajar dengan Tidak Berhenti Belajar
Berani mengajar dengan tidak berhenti belajar memang menjadi sebuah peribahasa yang tidak heran hanya dimiliki oleh seorang guru. Dialah pahlawan tanpa jasa yang selalu siap mengajarkan banyak ilmu kepada muridnya. Bahkan bisa juga dikatakan memiliki sifat sabar yang sebenarnya.
Mengapa demikian?
Karena bagaimanapun muridnya ia akan mengajar sampai dia bisa. Sungguh istimewa bukan jika memiliki cita-cita sebagai seorang guru. Terutama bagi mereka yang menjadi guru SLB ataupun yang sejenisnya. Bukankah sabar harus selalu melekat kuat dalam dirinya.
Berani Mengajar dengan Tidak Berhenti Belajar Banyak Memiliki Keistimewaan
Tidak heran jika saat SD banyak yang ditanya cita-citanya besok mau jadi apa? Dominan anak-anak tersebut menjawab ingin menjadi guru. Sejak dini syukurnya mereka sudah tahu bahwa menjadi guru itu sangat mulia. Bukanlah sebagai suatu cita-cita yang perlu diremehkan.
Bagi anda yang masih suka meremehkan guru karena gajinya honorer, jangan salah karena mungkin saja pahlawan tersebut tidak mendapatkan balasan ketika di dunia, tetapi di akhirat kelak. Bukankah semua juga membutuhkan proses. Tuhan tahu mana ciptaannya yang berusaha dengan kesungguhan, maka dialah yang akan berhasil.
1. Guru Merupakan Orang Tua yang Kedua
Keistimewaan yang satu ini mungkin saja sudah menjadi hal umum bagi banyak orang. Pasalnya seorang anak akan menghabiskan waktunya hanya pada dua tempat saja. Antara rumah dan sekolah saja. Sebagai orang tua, pastinya mereka juga harus belajar mengenai banyak hal demi bisa mengajarkan kebaikan kepada anaknya.
Begitu juga dengan seorang guru, ia juga harus selalu belajar dan terus belajar supaya murid-muridnya kelak bisa sukses. Tidak heran jika mereka memiliki julukan berani mengajar dengan tidak berhenti belajar.
2. Menjadi Teman Curhat
Bukan hanya kedua orang tua saja yang bisa menjadi teman untuk curhat. Guru nyatanya juga menjadi tempat curhat terbaik bagi beberapa murid. Selain mampu dan fasih dalam memberikan ilmu dan pembimbingan, guru juga mempunyai keahlian yang tersendiri. Salah satunya menjadi tempat ternyaman untuk bersandar.
Mereka pastinya juga akan mendengarkan curhatan murid-muridnya. Jadi, jangan pernah ragu jika anda ingin curhat masalah apapun kepada guru anda. Bisa dikatakan juga mereka adalah orang yang terpercaya dan pemberi solusi terbaik. Tentunya semua solusi tersebut ia dapatkan dari belajar. Bukan hal asing jika banyak orang yang mengatakan guru selalu berani mengajar dengan tidak berhenti belajar.
3. Orang yang Tidak Pernah Egois
Apa sih yang dilakukan guru ketika sudah tidak di sekolah? Terkadang pertanyaan tersebut juga menjadi hal yang kepingin banget anda ketahui. Pastinya guru juga memiliki tugas di rumah, apalagi untuk mereka yang sudah memiliki keluarga. Ia juga harus bisa memberikan pendidikan terbaik kepada anaknya. Bukan cuma itu saja, meski berada di rumah, guru juga memiliki waktu tersendiri untuk memikirkan murid-muridnya.
Sepandai itu mereka mengatur waktu untuk kehidupannya, karena memang sudah mengemban tugas yang teramat sangat mulia. Apakah yang demikian itu juga masih disebut egois? Ia tetap harus belajar dan mengurus keluarganya. apakah masih tidak layak jika berani mengajar dengan tidak berhenti belajar melekat pada dirinya?
4. Spesial Karena Akan Selalu Dikenang
Setiap orang pastinya pernah sekolah atau mengenyam pendidikan. Dalam berpendidikan tersebut pastinya juga tidak luput dari adanya guru favorit. Dengan demikian, bukan hanya menjadi seseorang yang berani mengajar tidak berhenti belajar. Tetapi jasanya juga akan selalu dikenang sepanjang sejarah.
Bkan hanya fisiknya saja, terkadang malah ada yang detail ingatannya, bahkan petuah-petuahnya juga menjadi ingatan tersendiri. Tidak semua orang bisa memberikan petuah dan nasehat sama dengan yang sudah kita dapatkan dari seorang guru.
Bukankah tanpa adanya orang yang berani mengajar dengan tidak berhenti belajar hidup kebanyakan orang akan bodoh karena tidak tahu tentang apa-apa.
Lenangneros.bloghome-Sejak beberapa tahun terakhir ini sejumlah perusahaan rokok mengeluarkan produk “rokok alternatif” guna merespons “tuntutan” pemerintah dan masyarakat atas produk “rokok konvensional” yang dinilai tidak menyehatkan atau membahayakan bagi tubuh di satu sisi dan tidak ramah lingkungan di pihak lain.
Salah satu kritik keras, khususnya dari golongan antirokok baik dari kalangan masyarakat awam maupun “rezim” kesehatan, rezim politik, dan rezim agama, atas produk “rokok konvensional” (seperti rokok kretek atau rokok filter/gabus) karena jenis rokok ini dipandang bisa berdampak buruk atau negatif bagi kesehatan tubuh.
Hal ini disebabkan, menurut mereka, rokok konvensional ini disinyalir bisa menyebabkan sejumlah penyakit seperti paru-paru, kanker, dan jantung serta dianggap bisa menyebabkan impotensi dan kemandulan.
Selama bertahun-tahun masyarakat “dicekoki” oleh informasi dan ancaman bahaya merokok ini. Atas dasar inilah, atau mungkin “tekanan” dan “sogokan” dari sejumlah pihak (terutama industri kontrarokok dan tembakau), maka pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, membuat sejumlah regulasi yang mengatur tentang rokok dan merokok, termasuk pembuatan aturan kawasan dilarang merokok atau penyediaan tempat-tempat khusus untuk merokok.
Pemerintah juga gencar berkampanye di berbagai media tentang bahaya merokok.
Menariknya, meskipun rokok dianggap atau dipersepsikan sebagai komoditas yang berbahaya, pemerintah selama ini menikmati pajak cukai rokok yang sangat besar.
Polemik tentang Merokok dan Perlunya Memikirkan Produk Rokok Alternatif- Solutif Bagi Masyarakat Indonesia
Anda merokok? Bagi masyarakat Indonesia, merokok bukan hanya aktivitas menghisap sebatang rokok, tetapi lebih dari itu. Hehehh….
Sejak beberapa tahun terakhir ini sejumlah perusahaan rokok mengeluarkan produk “rokok alternatif” guna merespons “tuntutan” pemerintah dan masyarakat atas produk “rokok konvensional” yang dinilai tidak menyehatkan atau membahayakan bagi tubuh di satu sisi dan tidak ramah lingkungan di pihak lain.
Salah satu kritik keras, khususnya dari golongan antirokok baik dari kalangan masyarakat awam maupun “rezim” kesehatan, rezim politik, dan rezim agama, atas produk “rokok konvensional” (seperti rokok kretek atau rokok filter/gabus) karena jenis rokok ini dipandang bisa berdampak buruk atau negatif bagi kesehatan tubuh.
Hal ini disebabkan, menurut mereka, rokok konvensional ini disinyalir bisa menyebabkan sejumlah penyakit seperti paru-paru, kanker, dan jantung serta dianggap bisa menyebabkan impotensi dan kemandulan.
Selama bertahun-tahun masyarakat “dicekoki” oleh informasi dan ancaman bahaya merokok ini. Atas dasar inilah, atau mungkin “tekanan” dan “sogokan” dari sejumlah pihak (terutama industri kontrarokok dan tembakau), maka pemerintah di berbagai negara, termasuk Indonesia, membuat sejumlah regulasi yang mengatur tentang rokok dan merokok, termasuk pembuatan aturan kawasan dilarang merokok atau penyediaan tempat-tempat khusus untuk merokok.
Pemerintah juga gencar berkampanye di berbagai media tentang bahaya merokok.
Menariknya, meskipun rokok dianggap atau dipersepsikan sebagai komoditas yang berbahaya, pemerintah selama ini menikmati pajak cukai rokok yang sangat besar.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2016, rokok telah menyumbang negara sebesar 146 triliun, dan diperkirakan pajak rokok terus meningkat setiap tahun.
Jadi, meskipun rokok dan tembakau selalu dianggap “anak tiri” yang didiskriminasi dibanding dengan komoditas lain, pemerintah selama bertahun-tahun telah menggunakan dana rokok untuk program-program pembangunan nasional yang hasilnya tentu saja dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, baik yang pro maupun antirokok.
Bahkan mulai tahun ini pemerintah akan menggunakan uang cukai rokok untuk membiayai program-program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) untuk membantu masyarakat lapisan bawah yang kurang mampu secara ekonomi.
Matim,NTT- Pemerintah Kecamatan kota Komba Utara,Kabupaten Manggarai Timur,Nusa Tenggara Timur Melaksanakan Rapat Persiapan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2021, tingkat kecamatan kota Komba utara. Rabu 21/04/2021
Rapat persiapan ini guna untuk menyukseskan pada saat pelaksanaan upacara bendera Hari pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2021.
Rapat persiapan Hardiknas tingkat kecamatan kota Komba Utara dipandu oleh Sekcam Bapak Hironimus Toi.
Dalam sambutan sekaligus memandu Rapat ini,Sekcam mengajak semua Kepala Sekolah sekecamatan kota Komba Utara untuk merancang semua kegiatan yang berkaitan pelaksanaan kegiatan Hardiknas.
“saya Mohon Kepada semua Bapak/Ibu Kepala sekolah untuk merancang semua estimasi anggaran agar menyukseskan kegiatan Hardiknas yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2021 nanti.” ungkap Roni Sapaanya
Dalam hasil Rapat Persiapan Hardiknas tersebut ada beberapa item atau point penting. Pertama : Tempat pelaksanaan upacara bendera dipusat kecamatan kota Komba Utara lokasinya di SD Watu Weri. Kedua : untuk estimasi anggaran berdasarkan kesepakatan bersama dengan para kepala sekolah sekota Komba Utara di bebankan Rp 150.000 setiap satuan pendidikan. Ketiga : untuk Kegiatan pentas seni yang akan dipertunjukkan pada saat setelah upacara bendera akan di pandu oleh Master of Ceremonial dan dilakukan secara spontanitas oleh siswa.
Untuk peserta yang ikut Apel pada saat upacara berlangsung tetap mengikuti Prokes yang sudah dihimbau oleh tim gugus Covid-19 tingkat Kecamatan.
Walaupun peringatan Hardiknas tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, namun harus tetap optimis untuk melawan Covid-19 agar wabah ini segera berlalu. Sehingga, Ibu Pertiwi kembali tersenyum dan kami dapat melaksanakan aktivitas seperti biasa dengan mengikuti jejak para pejuang pendidikan masa lalu, yaitu pantang menyerah.
Walau dengan kondisi seperti ini, kita sebagai generasi penerus harus tetap berjuangan membangun sumber daya manusia berkualitas.
Dalam rapat persiapan Hardiknas turut Hadir Ketua MKKS sekaligus Ketua PGRI Kota Komba Utara Bapak Ubertus Dumar,S.Pd, Pengawas Tingkat Sekolah Dasar Bapak Adolfus Pandong,S.pd,Para Kepala Sekolah Sekecamatan Kota Komba Utara.
Gambaran secara singkat Video ini menggambarkan secara singkat proses pelaksanaan ujian sekolah berbasis digital di SMPN 5 kota Komba,dimana sebelum masuk ke pintu gerbang sekolah semua peserta didik maupun guru harus mencuci tangan terlebih dahulu sesuai prokes dari pemerintah.
Dalam video ini menggambarkan bagimana proses ujian di SMPN 5 kota Komba,dimana siswa mengikuti ujian diluar ruangan kelas.
Alasan mendasar ujian diluar kelas karna keterbatasan jaringan internet didalam kelas,olehnya itu kepala sekolah dan rekan-rekan guru berinisiatif untuk membuat tenda darurat diluar kelas.
Inilah kisah kasih di SMPN 5 kota Komba.
Mengejar ilmu dibawah tenda darurat. Terimakasih untukmu guruku Kamulah Pahlawan tanpa tanda jasa.